PERENCANAAN FREKUENSI BUS SIAP OPRASI DAN HEADWAY PADA PERUSAHAAN BUS ANTAR KOTA
DOI:
https://doi.org/10.54324/j.mbtl.v5i1.914Keywords:
Perencanaan, Frekuensi, HeadwayAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Pengaruh perencanaan frekuensi bus siap operasi terhadap pengawasan jumlah penumpang, Pengaruh headway terhadap pengawasan jumlah penumpang, dan Pengaruh perencanaan frekuensi bus siap operasi dan headway terhadap pengawasan jumlah penumpang. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh perencanaan frekuensi bus siap operasi dan headway terhadap pengawasan jumlah penumpang pada PT. Primajasa Perdanarayautama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, lokasi penelitian di PT Primajasa Perdanarayautama, Cawang, Jakarta Timur. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dari Januari sampai dengan Maret 2018. Populasi penelitian berupa data perencanaan, evaluasi bus siap operasi dan pelaksaanaan jumlah penumpang. Populasi tercatat ada 48 minggu. Untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dan dari hasil perhitungan dengan rumus tersebut didapatkan jumlah sampel 32,4 ≈ 32. Jadi, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 data sekunder yaitu data perencanaan frekuensi bus siap operasi dan headway terhadap pengawasan jumlah penumpang di Primajasa Perdanarayautama. Teknik sampling menggunakan probability sampling. Pengumpulan Data menggunakan Wawancara Tidak Terstruktur dan Penelitian Lapangan (Field Research) serta Penelitian Kepustakaan (Library Research). Data yang diperoleh diuji melalui uji validitas, reliabilitas, deskriptif variabel, uji koefisien korelasi, koefisien penentu, t table dan uji hipotesis. Teknik Analisis Data menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana dan Analisis Korelasi sederhana. Dari hasil analisis dan pembahasan menunjukkan persamaan regresi berganda yaitu Y = 2318.301 + 2231.636 X1 + (-60.779) X2 yang berarti mempunyai pengaruh positif. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,805 yang berarti mempunyai pengaruh yang rendah. Koefisien determinasi sebesar 65% yang berartinya 765% dari pelaksanaan jumlah penumpang ditentukan oleh perencanaan dan evaluasi bus siap operasi sedangkan 35% ditentukan oleh factor lainnya.References
Arsyad, M. A. (2002). MediaPembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Dirjen Perhubungan Darat. (2002). Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. In Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat SK.687/AJ.206/DRJD/2002), tentang Pedoman teknisp enyelenggaraan angkutan penumpang umum diwilayah perkotaan dalam trayek tetap danter atur. Jakarta, Indonesia.
Effendy, U. (2014a). Asas Manajemen. Jakarta: Rajawali.
Effendy, U. (2014b). Asas Manajemen. In Asas Manajemen. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hariyono, D. W. (2015). Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Umum di Surabaya Implementation of Passenger Transport with Public Transport in Surabaya. Jurnal Manajemen Trransportasi & Logistik (JMTranslog), 02 No. 02(Juli 2015), 177–190.
Kusuma, G. P., Sipil, J. T., Parahyangan, U. K., Sutandi, A. C., Pengajar, S., Sipil, J. T., … Parahyangan, U. K. (2007). Estimasi Pelayanan Operasional Bus Lane. Jurnal Transportasi, 7(2), 127– 136.
Majid, S. . (2015). Customer Service Dalam Bisnis Jasa Transportasi (Cetakan ke). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Manik, P. (2015). Pengaruh Jumlah Bus Siap Operasi Dengan Jumlah Penumpang Diangkut Pada Pt . Jakarta Mega Trans. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi Dan Logistik, 1 No. 3(Mei 2015), 459–480.
Rahmadiensyah, R. H. (2014). WAKTU TUNGGU PENUMPANG. In The 17th FSTPT International Symposium, Jember University, 22-24August 2014 (pp. 555–564). Jember.
Usman, H. (2011). Manajemen. Teori, Praktek dan Riset Pendidikan. In Manajemen. Teori, Praktek, dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

